Rabu, 18 Mei 2011

10 Kesalahan Perawat Dalam Memasang Infus


Mumpung masih hobi nulis, apa yang kepikir coba ditulis deh, kali aja ada manfaatnya. Terlepas dari urusan Undang-Undang Perawat yang masih harus terus kita perjuangkan, dan tentunya Undang-Undang Keperawatan adalah harga mati, gak boleh nawar sedikitpun. Selama ini memasang infus (IVFd – Intravenous Fluids), sudah menjadi keseharian tugas perawat. Terkadang memasang infus adalah hal yang gampang, kadang pula karena hal-hal sepele kita malah gagal memasangnya. Berikut sepuluh hal yang sering terlupa ataupun yang menjadi penyebab kita gagal dalam memasang infus
1. Salah Sudut
Hal penentu masuk dan tidaknya abocath kedalam pembuluh darah vena secara tepat tergantung dari perawat ketika dalam membuat sudut pemasangan ketika akan menusuk. Kemiringan jarum abocath tidak boleh terlalu besar, karena akan berimbas pecahnya pembuluh darah vena karena terjadi ruptur akibat tembusnya abocath pada bagian bawah vena. Sebaliknya sudut yang terlalu kecil mengakibatkan abocath hanya akan berjalan-jalan didalam kulit (dibawah permukaan kulit) tanpa mengenai pembuluh darah, dan tahukah anda, ini berasa sangat sakit sekali. Sebelum menusukkan abocath, perkirakan bahwa sudut yang kita buat adalah berkisar antara 40 hingga 60 derajat dari permukaan kulit pasien, tusukkanlah dan rasakan ketika ujung jarum menembus pembuluh darah, kurangi sedikit sudutnya sambil menarik sedikit jarum ketika darah sudah terlihat keluar dia penampung darah abocath, terus dorong selang abocath hingga habis, tarik jarum, tekan sedikit pada permukaan kulit tempat masuknya jarum agar darah tidak mengalir, masukkan selang ifus dan alirkan cairan.
2. Salah Ukuran Abocath
Pastikan selalu perhatikan ukuran pembuluh darah yang akan ditusuk dan perkirakan dengan ukuran abocath. Ingat, disini ilmu kirologi perawat sangat dibutuhkan. Ukuran jarum abocath berhitung terbalik, semakin kecil nomornya, semakin besar ukuran jarumnya, dan ukuran abocath untuk infus selalu genap. Untuk ukuran pasien Indonesia, pada orang dewasa lazimnya memakai abocath dengan ukuran 20 G, sedangkan pada anak-anak dimulai pada ukuran 24 G keatas. Yang perlu dicatat disini, ukuran jarum mempengaruhi jumlah cairan yang masuk, apabila pada kondisi pasien syok, maka jumlah cairan yang masuk pun harus dalam jumlah banyak dan cepat, makanya biasanya untuk pasien-pasien gawat dan memerlukan terapi cairan yang banyak dan cepat, biasanya menggunakan abocath berukuran 18 G, begitupun untuk calon pasien operasi biasanya menggunakan abocath dengan ukuran 18 G. Catatan penting disini, semakin besar ukuran jarum, maka panjang abocath juga semakin panjang, oleh karena itu perlu disesuaikan dengan pembuluh darah.
3. Salah Memilih Pembuluh Darah Vena
Kesalahan yang berikutnya adalah kesalahan dalam memilih pembuluh darah vena, yang harus diingat pemilihan pembuluh darah vena adalah dari ujung ke pangkal, dari punggung tangan semakin keatas. Pembuluh darah yang dicari pun harus dicari yang tidak bercabang dan tidak keriting, karena akan mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Vena yang kita pilih juga tidak boleh yang melewati persendian, karena akan mengakibatkan infus mudah macet.
4. Salah Cairan
Memasang infus adalah kerja kolaborasi perawat dengan profesi lain, namun sebagai perawat kita harus jeli, apakah cairan yang diorder benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta kondisi pasien atau tidak, karena perawat adalah seseorang yang mendampingi pasien selama 24 jam. Pelajari apa saja yang terkandung dalam cairan infus tersebut, misalnya pada pasien dengan oedem harus membatasi garam, maka cairan NaCl harus dipertimbangkan, pada pasien DM penggunaan cairan Dextrose harus benar-benar diperhatikan, cairan-cairan dengan osmolaritas tinggi perlu dibatasi kadarnya. Hal terpenting, jangan sampai salah cairan yang masuk ke pasien, karena itu sangat merugikan dan membahayakan pasien.
5. Salah Pasien
Yang ini nih, jangan sampe lupa ya... kenali pasien anda dengan dilihat, diraba dan diterawang.. hehehe.. emang duit. Yang bener harus dilihat, ditanya dan diyakinkan...
6. Lupa Mengalirkan cairan dalam selang infus
Keteledoran yang lumayan sering terjadi adalah abocath sudah tertusuk tapi cairan belum siap... ini nih yang sering bikin berabe, dan kesannya tidak profesional. Buatlah sebuah ritual khusus dalam memasang infus, misal menusuk botol, mengalirkan cairan dalam selang melihat ada udara atau tidak baru gantungkan diatas tiang infus, jadikan itu adalah ritual pertama sebelum memasang infus, jadi walaupun pikiran kita sedang ruwet otak bawah sadar kita pasti akan melakukannya ketika memasang infus.
7. Lupa memotong Plaster
Ini nih yang gak kalah bikin bete... sudah siap semuanya eh.. plaster belum ada, repot kan jadinya. Masih nyambung dengan poin sebelumnya, pastikan memotong plaster adalah ritual kedua setelah mempersiapkan cairan dan selang, hitung bener-bener jumlah plaster, panjang pendeknya sudah tepat belum (sesuai ilmu kirologi) atau kalau memakai metode satu plaster apakah plaster sudah dibelah atau belum.
8. Lupa Melakukan Desinfeksi
Terkadang hal yang sepele begini bisa kelupaan loh... dengan pedenya kita menusukkan abocath, eh baru teringat belum di desinfeksi, hal ini bisa karena kita terlalu grogi, terlalu-buru-buru tau lupa bawak alatnya. What ever alasan kita, pokoknya melakukan desinfeksi sebelum menusukkan abocath itu wajib hukumnya, kan kasihan pasiennya....
9. Lupa Memakai Handscoon
Berbagai alasan ketika kita tidak memakai Handscoon, kadang lupa kadang juga sengaja. Memang terkadang kita tidak merasa nyaman memasang infus dengan memakai Handscoon, apalagi kalo pas lagi memasang plaster... huh lengket sana sini. Tapi demi keamanan serta kenyamanan kita dan pasien ini juga kudu dilakuin...
10. Lupa Berkomunikasi dengan Pasien
Dateng-dateng langsung Jus..... tanpa ba-bi-bu lagi... ini masih sering terjadi di negara kutub selatan sana (di negara kita gak lagi) perawat tanpa ada basa-basi, langsung nyiapin alat langsung tusuk sudah selesai pergi deh... yang ditusuk siapa ya...?? salah satu kelebihan ilmu kita adalah berkomunikasi.. karena komunikasi perawat adalah komunikasi yang menyembuhkan.. ingat, selalu pastikan pasien itu benar atau tidaknya dengan berkomunikasi, meminta ijin dengan berkomunikasi, dan merilekskan pasien dengan berkomunikasi.

Begitu deh rekan-rekan, ini Cuma cerita doang, tapi semoga bisa menjadi pelajaran bagi saya dan kita semua, karena kita pernah belajar dari kesalahan, tapi bodohnya kita bila mengulang kesalahan. Kalo banyak salah harap dikoreksi, mari kita belajar bersama menjadi perawat profesional. I’m Proud To Be A Nurse

47 komentar:

  1. Ini artikel buatan sendiri ya kak... hebaaat..

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah, mohon koreksinya... mumpung lagi semangat nulis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dok mau nanya selang infus sudah d lepas tp jarum belum d lepas nunnggu besok katanya,sekitar 10 jam an lah,itu bahaya g Dok terimakasih

      Hapus
  3. terus berkarya...
    hal-hal apa saja yg dapat menjadi udemanya..??

    BalasHapus
  4. Ass..
    Mantapp!
    Salam sejawat..

    Ini artikelkalo dikasih penilaian/ratings so pasti tinggi. jarang2 loh ada postingan berkualitas yang lagsung kena sasaran. Bagus banget di baca oleh para perawat kita.

    Ijin share ya..
    Good luck always.. ^^

    BalasHapus
  5. waalaikumsalam...
    monggo mas ners akatsuki.. (diiringi bunyi ngeri kayak di pelmnya...).
    blognya keren mas, sepertinya saya harus berguru lagi selama 3 kali lebaran...

    BalasHapus
  6. Thx info'a mas, aku bru smster 1, artikel ini mungkin akan sngt berguna nnti'a...

    BalasHapus
  7. sama-sama, mohon koreksi dan masukannya....

    BalasHapus
  8. assalamu'alaikum...
    good article..
    izin share ya..
    mks.

    BalasHapus
  9. weeeeeeeeeewwwwwwwww. . . . . salut bgt neh ma Perawat yg 1 neh. mantap2 kakkkkkkkkkkk

    BalasHapus
  10. @ pengayuhkereta: Waalaikumsalam wr.wb... monggo gak papa...

    @resta: tarerengkyu....

    BalasHapus
  11. Wah, kakak dah kayak Perawat riset aja, kak.... Hebat!
    Tapi, untuk pemasangan infus; mana yang benar atau salah, yang direkomendasikan atau tidak, standarnya bagaimana, saya juga ingin ikut kontribusi sedikit, boleh ya, kak...
    Rujukan dari INS (browse di www.ins.com, badan perkumpulan perawat infus internasional);
    - ukuran kateter infus, setidaknya 50% dari diameter vena. Lebih pendek dan lebih kecil, lebih baik. Berhubungan dengan gesekan2 yang akan terjadi dengan vena, manakala ukuran tidak sesuai dengan yang direkomendasikan.
    - Bahan kateter infus, teflon, signifikan meningkatkan risiko phlebitis. Dapat dilihat dikemasan kateter infus. Bahan Polyurethane, Vialon, sangat direkomendasikan, dan dapat bertahan hingga 72-96 jam, dimana ALOS pasien RWI di Indonesia adalah 3.6 hari, hendaknya kita aware terhadap penggantian kateter infus, yang standarnya 3 hari, dengan bahan tersebut, dapat diganti setiap 4 hari/sekali.
    - Ukuran Gauge (18G, 20G, 22G, dst) tiap manufaktur ternyata lain! Ini dapat dilihat di kemasaan, berapa ml flowrate (aliran cairan di kateter infus) pada kateter infus tersebut. Karena ada manufaktur yang memiliki tekhnologi thinwall, dimana diameter luar ukuran jarum sama, tetapi diameter dalamnya lebih besar, sehingga aliran lebih besar pula.
    Teman2 Perawat, banyak lagi hal2 yang tidak menjadi perhatian kita. Try to browse @ INS, and BRAVO PERAWAT INDONESIA....

    BalasHapus
  12. Terima Kasih Banyak.... Koreksi Buat saya dan masukkan buat kita semua... semoga Perawat Indonesia makin maju....

    BalasHapus
  13. Bagus banget artikelnya TS..

    Sekedar masukan, Bahwa msh ada bbrp hal yang sering juga kita lupakan dalam pemberian cairan infus :

    a. Tanggal ED infus tsb
    b. Warna cairan (Berubah/ tidak )

    Mungkin hanya ini saja masukan dari saya n teruslah berkarya...

    BalasHapus
  14. Dear teman2 Keperawatan semua.

    Sepertinya, kita harus punya "wadah" di dunia maya neeh.
    1. Biar update sharing dan eksis
    2. Biar kita lebih bersatu
    3. Perawat sdh bnyak yg gaul, siapa yang, someday,Perawat Indonesia pnya situs seperti Facebook yg mendunia.
    4. Atau, kita kerjasama dengan INS.
    Salam buat semua.

    BalasHapus
  15. Bagaimana cara agar saat infus, darah tidak banyak yang keluar? Terima kasih.

    BalasHapus
  16. Dear All, saya sama sekali g ngerti soal rawat perawat, yang mau saya tanyakan, bagian tubuh yang mana yang paling baik seharusnya untuk diinfus? terutama baby dan anak2, soalnya banyak kasus salah infus atau apalah namanya sehingga menyebabkan jari baby musti diamputasi,, kan ngeri banget....
    pokoknya harus ada yang jelasin yah...!

    BalasHapus
  17. @all makasih masukannya...
    @dewi: pakai torniquet atau "stuing" nya yg bener...
    @fredi: prinsipnya infus itu di pembuluh darah balik atau disebut vena. asalkan pembuluh darah venanya ukurannya pas (panjang dan diameternya) dimana saja boleh.. baik itu pada kaki atau tangan. kalau pada bayi biasanya pembuluh darahnya kecil2.. nah biasanya yg agak besar ini di daerah kepala... makanya banyak yg pasang di kepala.. tapi inget ya.. posisi jantungya dibawah kepala... nah untuk kasus sampe amputasi krn infus saya belum pernah denger, mungkin bisa kasih link beritanya... kemungkinan terjadi infeksi atau bebat infusnya kekencengan, jadi aliran darahnya gak lancar... thats my opinion..

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. @Freddy: ada kejadian jari pd tangan yg dipasang infus sampai di amputasi (sbnrnya bukan amputasi, ttp krn necrosis/ jaringannya mati), itu disebabkan bnyak hal. Hal2 tersebut tidak dilaksanakan atau menjadi pertimbangan pada saat memberikan terapi infus. Contoh 1 hal, mungkin pembelajaran pada kejadian spt diatas yg baru2 saja terjadi. Pemasangan infus di vena di area mana saja, bila tidak mempertimbangkan osmolaritas, pH cairan dan obat yang akan diberikan pada pasien, akan mengakibatkan "sesuatu"! Mungkin hal ini yg menimpa pasien balita di salah 1 RS di Jaktim, sehingga mengakibatkan ekstravasasi di sekitar area penusukkan infus, yg berakibat necrosis. Tq

    BalasHapus
  20. @windi: makasih penjelasannya....

    BalasHapus
  21. Produk dijamin asli
    TILLA SHOP : Barang yang Kami Tawarkan Semuanya Barang Asli Original Garansi Resmi Distributor dan Garansi TAM .
    Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya.
    BERMINAT HUB-SMS:0896-9198-6275 ATAU KLIK WEBSET RESMI KAMI http://tilla-shop.blogspot.com/
    BlackBerry>Samsung>Nokia>Apple>Acer>Dell>Nikon>DLL

    Dijual,
    Ready Stock !
    Blackberry Q10 Black/white.
    Harga Promo Rp.3.750.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Bold Dakota 9900,
    Hrg promo Rp.2.150.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry 9380 Orlando - Black
    Rp.900.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Curve 8520 Gemini
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Bold 9780 Onyx 2
    Rp.800.000,-

    Ready Stock !
    Blackberry Curve 9320
    Rp.700.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Tab 2 (7.0)
    Rp. 1.000.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Nexus I9250 - Titanium Si
    Rp.1.500.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Note N7000 - Pink
    Rp.1.700.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia 800 - Matt Black
    Rp.1.700.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia-710-white
    Rp. 900.000,-

    Ready Stock !
    Nokia C2-06 Touch & Type - Dual GSM
    Rp.450.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia 710 - Black
    Rp. 900.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari XL) - Black
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari Telkomsel)
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPod Touch 4 Gen 8GB
    Rp.700.000

    Ready Stock !
    APPLE iPod Nano 8GB - Pink
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 4752-2332G50Mn Core i3 Win7 Home
    Rp 1.300.000

    Ready Stock !
    Acer Aspire S3-951-2364G34iss
    Rp. 1.200.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 5951G Core i7 2630 Win 7
    Rp. 2.500.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 4755G Core i5 2430 Win 7 Home Premium Green
    Rp. 2.500.000,-

    Ready Stock !
    Nikon D7000 kit 18-105mm
    Rp.1.700.000

    Ready Stock !
    Nikon D90 Kit 18-105mm Vr
    Rp 1.300.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix L 120 Red
    Rp. 900.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix P 500 Black
    Rp 1.000.000

    BalasHapus
  22. sip bro. trmaksih bnyak infonya.

    BalasHapus
  23. ulasan yang bermanfaat..salam sejawat bro..sekedar nambahin
    1.untuk memasang infus pake handscoon sekarang kan banyak handscoon yang ujung nya bintik2 gtu di jamin ga bakal lengket, saat pasang plester jangan lupa pegang ujung nya pake yang bintik2 itu
    2. saat motong plester pake handscoon gunakan ujung gunting untuk mencokel lilitan plester dan posisi handscoon ada di atas permukaan luar plester jadi jangan pegang plester nya langsung ini yang biasanya bikin lengket...

    BalasHapus
  24. maaf mengangu komentar anda bagi mau pesugihan dan lain-lainya hubungi ky songo 0852 8315 2828,yang penting anda yakin dan percaya pasti akan terjadi yg anda diinginkan,atau lihat fb aky di(ramalan ky songo).aku udah rasakan tinggal anda,jagan sia-siakan kesempatan ini.terima kasih.

    BalasHapus
  25. wah amazing banget isinya mas ...
    sngat brmnfaat
    sbnarnya saya bidan ceh, cuma klu dlm lingkupan medis harus tau jg lah yah, heheheh
    terus berkarya yah mas
    salam sejawat.....

    BalasHapus
  26. isinya ngenaa banget nih buat aku, cocok banget buat calon perawat profesional agar dapat meminimalisir kesalahan dalam pemberian tindakan pemasangan infus nantinyaa... gomawo :)

    BalasHapus
  27. Mantap boss... kita sama2 perawat saling membagi ilmu tentang kesehatan...

    BalasHapus
  28. Hi malem para2 perawat.. Kebetulan saya malem ini habis suntik.. Lumayan rutin untuk beberapa bulan ini buat pemulihan.. Gimana ya kalo misalkan suntik terus venanya pecah lalu si suster masih asik joss aja sedangkan saya udh berasa banget sakit n ngilu.. Dan sekarang bengkak.. Ada gak solusinya kalo sudah bengkak itu biar gak senat senut diapain.. Lalu bener gak kalo misalkan sudah pecah dia malah teken yg keras divena yg bekas disuntik..mohon pencerahannya yaa.. Terima kasih

    BalasHapus
  29. PROMO TERBARU DARI AFRIANI SHOP CELLULER UNTUK THN 2015 BERBAGAI TIPE HANDPHONE SEPERTI BlackBerry>Samsung>Smartfren.
    Sony>Nokia>Apple>Acer>Canon>Dell>Nikon>DLL Bila berminat silahkan
    Hotline : HP: 082311467788 ( BB 295a367f ) ATAU KLIK WEBSITE www.afrianishop.com

    DAFTAR HARGA LENOVO

    Ready stock barang_nya
    Lenovo P90
    Baru : Rp. 2.750.000

    Lenovo K3 Note
    Baru : Rp. 900.000

    Lenovo A6000
    Baru : Rp. 1.000.000

    Lenovo A5000
    Baru : Rp. 800.000

    Lenovo S856
    Baru : Rp. 1.100.000

    Lenovo A916
    Baru : Rp. 1.290.000

    Lenovo Muszik A319
    Baru : Rp. 500.000

    Lenovo K3 Lemon
    Baru : Rp. 590.000

    Lenovo A316i
    Baru : Rp. 470.000

    Lenovo Vibe Z2 Pro
    Baru : Rp. 2.650.000

    Lenovo S650
    Baru : Rp. 1.099.000

    Lenovo Sisley S90
    Baru : Rp. 1.500.000

    Lenovo Vibe Z K910
    Baru : Rp. 2.590.000

    Lenovo S660
    Baru : Rp. 1.150.000

    Lenovo S930
    Baru : Rp. 1.599.000

    Lenovo Vibe X S960
    Baru : Rp. 1.499.000

    Nikmati berbagai keuntungan berbelanja di sini.
    - Barang berkualitas dan harga relatif lebih murah
    - Dapat diantar ke seluruh indonesia
    - Keamanan di jamin karna setiap pengiriman di sertai asuransi proses cepat dan sederhana
    Barang di jamin 100% original baru dan bergaransi resmi.

    Kami melakukan Pengiriman barang lewat Tiki atau Jne ,Pos,Cargo,bagi luar kota,Ongkir ditanggung pembeli
    Satu-Satunya Toko Online Shop yang berani menjual barang di bawah harga normal (standar) di seluruh Indonesia Aman dan Mudah terpercaya .
    Berkat Anda Usaha Kami Jadi Semakin Lancar,Terima kasih telah berbelanja di Afriani Shop Celluler.
    ============SELAMAT BERBELANJA =================

    BalasHapus
  30. Saat ini sudah tersedia alat bantu pencari pembuluh darah yang cukup bisa diandalkan. Alat ini sebut saja namanya Vein Finder. Alat ini menggunakan lampu LED khusus yang aman digunakan, dan bisa menerawang pembuluh darah yang ada pada tangan.

    Dengan menggunakan alat bantu pencari vena diharapkan akan dapat mempermudah menemukan pembuluh darah.

    Alat ini bisa menerawang pada pembuluh darah orang dewasa dan juga bayi.


    Alat ini bisa dibeli secara online di Tokopedia dan juga Bukalapak.com

    Kedua toko online ini sudah terkenal keamanannya dalam hal transaksi online, bahkan iklanya sudah sering di berbagai media

    Anda tidak perlu ragu bertransaksi online melalui Tokopedia dan juga Bukalapak.com karena penjual akan menerima uang setelah anda menerima barang, karena uang yang anda bayarkan ke tokopedia atau bukalapak baru akan dibayarkan ke kami setelah anda menerima barang, jadi dijamin 100% aman

    Alat pencari pembuluh darah tersebut bisa dibeli tokopedia atau bukalapak.com melalui link berikut ini :

    Link Tokopedia : https://www.tokopedia.com/bwi/alat-pencari-vena-mempermudah-pasang-infus?key=eyJvYiI6IjEiLCJwYWdlIjoiMSIsInNxIjoiYWxhdCtwZW5jYXJpK3ZlbmEifQ&pos=1

    Link Bukalapak.com : https://www.bukalapak.com/p/elektronik/lain-lain-208/msbd0-jual-alat-pencari-vena-mempermudah-pemasangan-infus?search%5Bkeywords%5D=ALAT%20PENCARI%20VENA&from=list-product

    BalasHapus
  31. Pemasangan infus pada bayi adalah hal tetsulit....adakah ilmu yg bisa membantu saya untuk mendapatkan vena, lokasi, sudut atau caranyalah biar gampang dapat..

    Thanks

    BalasHapus
  32. Pemasangan infus pada bayi adalah hal tetsulit....adakah ilmu yg bisa membantu saya untuk mendapatkan vena, lokasi, sudut atau caranyalah biar gampang dapat..

    Thanks

    BalasHapus
  33. Keren deh info nya, bisa nambah pengetahuan nih !!!

    BalasHapus
  34. Saya mau tanya jika botol obat infusan tiba2 ketahuan sudah habis tidak diperhatikan oleh perawat dan pasien apakah itu berbahaya? Sampai sejauh mana bahayanya? Dan jika udara sudah masuk sampai ke pembuluh darah pasien apa akibatnya? Berbahaya juga kah? Sepertinya hal ini tidak pernah dibahas krn tidak ada artikelnya....Terima Kasih tulisan perawat Ners Mawan bermanfaat. Tuhan merahmati kehidupanmu.Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya tidak masalah, karena pengalaman saya jika menemukan keadaan seperti itu, selang infus tidak akan sampai benar2 habis, masih tersisa sedikit cairan atau pernah juga cairan infus berganti dengan darah pasien yang naik ke selang infus itu pun juga tidak sampai naik ke botol infus. jadi tidak ada dampak yg berbahaya. udara jga tidak mungkin masuk ke pembuluh darah. keadaan bisa jadi berbahaya jika selang infus lepas dari botol atau iv cat, karena darah pasien bisa dengan bebas mengalir ke luar.

      Hapus
  35. maaf sblumnya sya punya kponakan skrg dia sdang drwt di rs.. dia sakit radang tenggorokan sehingg hrus di nebu.. n ada kslhan disna seorg perwat slah memsang infus tdk tau bgmn crnya tangan yg di infus jd bengkak n skrg mlah jd infeksi kta dktr nya bilang itu hnya iritasi... klo ada yg tau itu krna apa ya bisa smpai bgtu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari mana anda tau klo itu infeksi? kejadian seperti itu biasa terjadi dalam pemasangan infus, itu karena jarum tidak terpasang dg tepat di vena. penyebabnya macam2, dan belum pernah saya temui kejadian ini yang sampai terjadi infeksi.

      Hapus
  36. maaf sblumnya sya punya kponakan skrg dia sdang drwt di rs.. dia sakit radang tenggorokan sehingg hrus di nebu.. n ada kslhan disna seorg perwat slah memsang infus tdk tau bgmn crnya tangan yg di infus jd bengkak n skrg mlah jd infeksi kta dktr nya bilang itu hnya iritasi... klo ada yg tau itu krna apa ya bisa smpai bgtu...

    BalasHapus
  37. Mau nanya, saya sudah seminggu yg lalu di infus. Sekarang saya udah keluar dr rs, kenapa sudah seminggu tp tangan saya masih bengkak ya? Apa saya perlu menanyakan hal ini kepada dokter? Mungkin ada yg bisa bantu. Makasih hehe

    BalasHapus
  38. Mau nanya, saya sudah seminggu yg lalu di infus. Sekarang saya udah keluar dr rs, kenapa sudah seminggu tp tangan saya masih bengkak ya? Apa saya perlu menanyakan hal ini kepada dokter? Mungkin ada yg bisa bantu. Makasih hehe

    BalasHapus
  39. gimana pak masih bengkak gag? dari kapan bengkaknya?

    BalasHapus
  40. Mba mau tanya, kalo misal kita melakukan injeksi lalu kemudian terjadi pembengkakan di daerah yg diinjeksi apakah bisa dikatakan kalo obat injeksinya tidak masuk ke vena ya? Dan apakah dg begitu obat yg saya injeksikan akan masuk ke daging (bagian bawah kulit) dan menjadi sia2? Mohon pencerahannya. Terima kasih.

    BalasHapus

mari bijak berkomentar disini