Kamis, 19 Mei 2011

Penanganan Awal Luka Tertusuk Paku


Pernah tertusuk paku atau benda yang terbuat dari logam? Bisa di kaki, di tangan atau di bagian tubuh lainnya. Kali ini mencoba berbagi pengalaman pas dinas diruang Gawat Darurat, jadi ya karena ini cerita pengalaman, berarti gak ilmiah-ilmiah banget. Tapi saya akan berusaha mengingat dan menjelaskan secara ilmiah. Apa sih yang terbayang pertama kali ketika tertusuk paku??? Saya yakin setidaknya 8 dari 10 orang yang ditanya akan khawatir terkena tetanus, karena memang kita sudah diajarkan dari jaman dulu, yang namanya paku itu pasti berkarat, nah bakteri Clostridium tetani memang suka menempel disitu. Lalu apakah benda lain juga tidak bisa? Salah, semua benda bisa menjadi tempat perindukan kuman tetanus. Dulu sewaktu saya kuliah, saya pernah membaca sebuah artikel seorang profesor meninggal karena penyakit tetanus, selidik-punya selidik, eh ternyata kuman tersebut didapat ketika setelah makan profesor tersebut memakai tusuk gigi dan melukai gusinya, nah dari situlah pertama kali kuman tersebut masuk kedalam tubuh.

Untuk menghadapi luka tusuk, itu susah-susah gampang, kadang juga ribet tergantung jenis lukanya sih. Apabila tertusuk paku pada telapak kaki, yang harus pertama kita lakukan adalah dengan mencabut paku tersebut, berikutnya adalah proses membersihkan luka hingga benar-benar bersih. Pembersihan luka dimulai dengan memberikan anastesi lokal, lazimnya sih menggunakan lidocain, injeksikan mengelilingi sekitar luka tusukkan. Setelah itu, buat robekan luka secara teratur membentuk huruf “X” dengan titik tengah persilangan adalah luka tusuk (membuat robekan dilakukan pada luka tusuk yang sempit), lebar dan dalamnya menyesuaikan dengan dalamnya luka. Tujuan dibuat robekan luka adalah agar mempermudah pembersihan kotoran didalam luka tusuk. Setelah membuat robekan, siramlah dengan larutan H202, biasanya akan timbul buih, gosoklah dengan kuat, benar-benar digosok, sampai benar-benar bersih tak tertinggal bekas karat yang menempel ataupun kotoran yang masih tersisa. Ingat! Gosok dengan kuat, baru setelah benar-benar bersih, bilas luka dengan menggunakan larutan NaCl 0,9% tekan-tekan sekitar luka hingga berdarah, tujuannya adalah untuk menghilangkan cairan H2O2 serta membersihkan luka. Langkah terakhir adalah sterilkan luka dengan cara menyiram dengan cairan IODINE (Betadhine).

Yang harus diingat untuk langkah berikutnya adalah, Clostridium tetani adalah jenis kuman anaerob, jadi hidup dengan kadar oksigen yang sangat sedikit, jadi HARAM hukumnya untuk membungkus luka atau menutup dengan kasa yang sangat rapat, sehingga sirkulasi udara terganggu. Biarkan luka tetap terbuka, karena hal tersebut akan menghambat pertumbuhan kuman tetanus jika ada, namun kebersihan lukan dan kesterilan luka juga perlu diperhatikan.

Pemberian Serum Anti Tetanus juga perlu dipertimbangkan untuk diberikan, namanya juga berjaga-jaga. Serum Anti Tetanus ada 2 jenis, nah sebagai perawat jika mendapat order untuk memberikan serum ini harus diperhatikan. Serum anti tetanus ada dua jenis, yang pertama adalah serum yang dibiakkan dari kuda (Anti Tetanus Serum), nah karena sifat kuda dengan manusia yang tentunya lain, maka sebelum menginjeksikan secara IM, maka harus dilakukan uji alergi obat (Skin test), caranya adalah dengan menggunakan spuit 1 cc, ambil 0,1 lalu encerkan dengan aquadest hingga 0,5 – 1 cc kemudian injeksikan dengan cara IC, lingkari dan tunggu 10 – 20 menit, bila tak muncul gejala gatal, panas atau kemerahan, maka aman untuk diinjeksikan, dan harus diingat, dosis dewasa dan anak-anak untuk obat ini berbeda. Serum yang kedua adalah serum yang dibiakkan menggunakan organ manusia (Tetagam), kalo penggunaan obat ini lebih mudah, bisa langsung diinjeksi secara IM, dan dosis dewasa maupun anak-anak sama, yaitu 1 ampul. Sebagai perawat, kita harus memberi pertimbangan yang jelas kepada pasien, secara harga Anti Tetanus Serum setengah harga dari Tetagam, namun kerugiannya harus di tes alergi terlebih dahulu, bila alergi, maka pemakaian Tetagam adalah harga mati.

Ini hanyalah catatan sebuah pengalaman saya, yang ketika dibenturkan dengan isu Undang-undang Keperawatan saya sudah melewati wewenang saya, tapi dimanapun sebagai seorang tenaga kesehatan, nyawa manusia tentunya lebih diutamakan , ketika situasi dan kondisi mewajibkan kita berlari, tak mungkin kita hanya merangkak. Semoga bermanfaat, Wallahu ‘alam Bi Shawab...

15 komentar:

  1. sepakat...sepakat... like this article...

    BalasHapus
  2. makasih banget untuk infonya.. sangat berguna bagi saya

    BalasHapus
  3. trimaks atas infonya, dan saya mohon pencerahannya dikit krn saya gl 18 febr 2012 sabtu jam 10 pagi telapak kaki kena paku uk. 3 inchi, kedalaman kira 3 cm dan berkarat,langsung saya bersihkan luarnya dan daya pencet sampe mengeluarkn darah yg byk dan setelah itu saya langsung krumah sakit dan dberi suntik anti tetanus, anti biotik dan asmet. tp saya curiga kebersihannya krn yg dbersihkan haya luar lukanya saja. sehari setelah itu mengalami pembengkakan lg. apa yg perlu saya lakukan apa perlu dibedah lg danmembersihkannya? apa pembengkakan itu gejala tetanus? dan apa2 saja gejala yg timbul apabila itu gtetanus? trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena saya hanya berimajinasi dr cerita anda tnp melihat lukanya, kemungkinan itu hanya gejala infeksi, bisa karena ada kotoran ygmsh tertinggal. Anti tetanus ada batasan jam dlm pmberian, apakah kurang dr 8 jam dr kejadian? Kalau iya insya Allah aman.
      Gejala tetanus biasanya muncul paling cepat dalam jangka seminggu sesudah infeksibakteri dgn gejala awal demam tinggi, kmudian gejala khasnya adalah kaku dibagian tengkuk dan mulai sensitif kalau kena cahaya terang...
      Terima kasih sudah menggunjungi blog saya

      Hapus
  4. terima kasih tulisannya.

    BalasHapus
  5. asw.. kak ni eza layo"07... mf kan nanyo dikit... jika pasien tertusuk paku ny kmrn tp baru datang ny hr ni?msh perlukah ats? atw dgn kata lain waktu efektif pmberian ats kak... sukron kak

    BalasHapus
  6. dalam kasus pasien eza d atas,.tindakan apa yg sbaikny dlakukan kak?

    BalasHapus
  7. @eza: besok2 kontaknya ke fb ya za.. maaf kemaren2 gak buka blog soalnya... sdh ketemu jawabannya kan??

    BalasHapus
  8. mecimoci.berbagi.blogspot.com20 Oktober 2013 07.23.00 WIB

    oy, klo sy punya kasus beda mas. kemaren pas acara ultah temen, sy gak sengaja ketusuk paku payung kecil di lutu. gak ada luka, cuma sakitnya minta ampun. mungkin karena terkena tulang makax sakit bgt. nah, cara biar tulang lutut sy gak sakit lagi gimana? monnggo

    BalasHapus
  9. oy, klo sy punya kasus beda mas. kemaren pas acara ultah temen, sy gak sengaja ketusuk paku payung kecil di lutu. gak ada luka, cuma sakitnya minta ampun. mungkin karena terkena tulang makax sakit bgt. nah, cara biar tulang lutut sy gak sakit lagi gimana? monnggo

    BalasHapus
  10. Saya terkena peniti di telapak kaki
    Tidak ada luka hanya bekas berlubang sangat kecil
    Apakah itu berbahaya?

    BalasHapus
  11. saya juga terkena paku payung dan ada lubang sangat kecil. ini sudah beberapa bulan yang lalu, dan bekasnya juga sudah hilang. tapi jika dilihat baik-baik, samar-samar masih ada seperti bercak merah kecil di dalam permukaan kulit. apa masih kemungkinan terkena tetanus?

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum
    langsung saja ya, awalnya saya tertusuk paku berkarat ketika sedang bekerja, setelah itu saya sama sekali tidak membersihkan luka itu, saya membiarkan luka itu karena saya tidak tau tentng akan terjadinya tetanus, lagipun waktu itu saya lagi bekerja,
    seminggu kemudian luka itu baru membengkak, dan mempunyai rasa sakit, saya pun tiduk mempedulikannya, saya biarkan terus, dan akhirnya minggu depan luka itu semakin sakit, bernanah, membiru disekeliling luka, merintis ditengah malam kesakitan, badan kadang serasa panas dingin, apakah itu gejala tetatus? Mohon penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu gejala infeksi, apakah tetanus atau bukan, dari masanya sepertinya bukan. Tapi perlu diwaspadai, saya sarankan untuk ke puskesmas dan minta dibersihkan ulang lukanya dengan cara diinsisi (bedah kecil)

      Hapus
  13. Info yang bagus karena kemarin saya tertusuk paku. Tapi sudah di bersihkan dan diberi serum Anti tetanus.

    BalasHapus

mari bijak berkomentar disini