Senin, 16 Mei 2011

Asuhan Keperawatan Leptospirosis


Sembilan bulan lebih... rasanya terlalu lama dan sangat lama saya tidak berhadapan dengan pasien, bahkan nyaris setahun saya tidak update Blog saya ini, dunia perfesbukkan membuat saya lupa bahwa saya pernah menjadi Blogers (tukang ngeblog yang gak sukses), what ever lah... daripada numpuk aja dan gak berbekas kan mending di share ke semua, mengekspresi kesukaan yang pernah dimiliki... halah!!!

Dua tahun ini negara kita agak dihebohkan dengan adanya kasus Leptospirosis, sudah menyerang hingga 22 propinsi... sebenarnya Leptospirosis buka pemain baru, ini sudah lama sekali, banyak istilah orang menyebutnya, dari penyakit banjir, hingga penyakit kencing tikus. Dan memang demikian, dahulu kala memang penyakit ini mewabah diwaktu banjir namun apa dikata sekarang ini sudah muncul di hutan pinus... so what, penyakit pun ikut mode...

Sebelum muter jauh, baiknya kita kenal dulu apa itu Leptospirosis/Leptospira
I. Definisi
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia. Bakteri Leptospira dapat bertahan hingga satu bulan lho dalam air tawar, makanya mudah sekali menyebar ketika banjir atau tertular melalui air, namun dalam air laut, selokan dan cairan yang pekat dia gak bertahan dengan lama.

II. Sumber Penularan
Menurut literatur yang ada, Hewan yang menjadi sumber penularan adalah tikus (rodent), babi, kambing, domba, kuda, anjing, kucing, serangga, burung, kelelawar, tupai dan landak. Sedangkan penularan langsung dari manusia ke manusia jarang terjadi. biasanya kita lebih curiga dengan yang namanya tikus, tikus kencing di air dan menular deh melalui air, tapi nampaknya hal tersebut perlu dikaji lagi mengingat menumpuknya kasus di akhir-akhir ini...

III. Cara Penularan
Manusia terinfeksi leptospira melalui kontak dengan air, tanah atau tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan yang menderita leptospirosis. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau atau makanan yang terkontaminasi oleh urine hewan terinfeksi leptospira. Masa inkubasi selama 4 - 19 hari.

IV. Gejala Klinis

Stadium Pertama
1. Demam menggigil
2. Sakit kepala
3. Malaise
4. Muntah
5. Konjungtivitis
6. Rasa nyeri otot betis dan punggung
7. Gejala-gejala diatas akan tampak antara 4-9 hari

Gejala yang Kharakteristik
1. Konjungtivitis tanpa disertai eksudat serous/porulen (kemerahan pada mata)
2. Rasa nyeri pada otot-otot Stadium Kedua
3. Terbentuk anti bodi di dalam tubuh penderita
4. Gejala yang timbul lebih bervariasi dibandingkan dengan stadium pertama
5. Apabila demam dengan gejala-gejala lain timbul kemungkinan akan terjadi meningitis.
6. Stadium ini terjadi biasanya antara minggu kedua dan keempat.

Komplikasi Leptospirosis
Pada hati : kekuningan yang terjadi pada hari ke 4 dan ke 6
Pada ginjal : gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian.
Pada jantung : berdebar tidak teratur, jantung membengkak dan gagal jantung yang dapat mengikabatkan kematian mendadak.
Pada paru-paru : batuk darah, nyeri dada, sesak nafas.
Perdarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah dari saluran pernafasan, saluran pencernaan, ginjal, saluran genitalia, dan mata (konjungtiva).
Pada kehamilan : keguguran, prematur, bayi lahir cacat dan lahir mati.

V. Pengkajian
Dalam hal ini, yang perlu dilakukan perawat adalah mengkaji TTV, riwayat penyakit lampau, tanyakan keluhan klien. Gejala klinis leptospirosis mirip dengan penyakit infeksi lainnya seperti influensa, meningitis, hepatitis, demam dengue, demam berdarah dengue dan demam virus lainnya, sehingga seringkali tidak terdiagnosis. Keluhan-keluhan khas yang dapat ditemukan, yaitu: demam mendadak, keadaan umum lemah tidak berdaya, mual, muntah, nafsu makan menurun dan merasa mata makin lama bertambah kuning dan sakit otot hebat terutama daerah betis dan paha.hal tersebut perlu dicermati oleh perawat.. dan tentunya harus hati-hati dalam menegakkan diagnosa, mengingat hampir ada kemiripan gejala klinis yang terjadi. wajib dianamnesa tentang riwayat bepergian, riwayat luka, riwayat terkena banjir, riwayat pekerjaan (petani lebih beresiko). satu hal yang harus diingat gunakan HANDSCOON sewaktu anamnesa...

VI. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa yang mungkin muncul:
Hipertermi
Kurang Cairan
Gangguan Pertukaran Gas
Nyeri


VII. Perencanaan dan Tindakan
Pantau TTV
Pantau kebutuhan cairan dan elektrolit (gangguan Ginjal dan Jantung)
Berkolaborasi dalam pemberian antibiotik
Kompres Bila perlu
dan perencanaan lain sesuai gejala yang muncul...

kurang lebihnya seperti itu, jika ada usulan yang perlu ditambahkan monggo saja... saya baru bertemu dengan pasiennya tapi belum pernah merawatnya, jadi ya masih sebatas pengetahuan tekstual... biasanya kalo sudah pengalaman lebih mengena...

Tambahan:
Penkes yang perlu diberikan kepada warga sekitar meliputi:
Membiasakan diri dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.
Mencucui tangan dengan sabun sebelum makan.
Mencucui tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah/ kebun/sampah/tanah/selokan dan tempat-tempat yang tercemar lainnya.
Melindungi pekerja yang berisiko tinggi terhadap leptospirosis (petugas kebersihan, petani, petugas pemotong hewan, dan lain-lain) dengan menggunakan sepatu bot dan sarung tangan.
Menjaga kebersihan lingkungan
Membersihkan tempat-tempat air dan kolam renang.
Menghindari adanya tikus di dalam rumah/gedung.
Menghindari pencemaran oleh tikus.
Melakukan desinfeksi terhadap tempat-tempat tertentu yang tercemar oleh tikus
Meningkatkan penangkapan tikus.

1 komentar:

mari bijak berkomentar disini