Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Medikal Bedah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Medikal Bedah. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Bell's Palsy ; Musuh Wajah Ganteng dan Cantik Anda

Penderita Bell's Palsy
Kali ini Saya sedikit JUMAWA, jumawa karena telah terbebas dari rasa kemalasan yang terkutuk, sehingga nyaris setahun tak satupun tulisan bisa diselesaikan dan terposting ke blog ini.... Ratusan ribu kali blog ini sudah dikunjungi, dan saya yakin anda merasa tertipu karena informasi yang ada dalam blog ini benar-benar gak apdet... baiklah, tak berlarut larut dalam kegalauan, kali ini saya akan menulis dikit tentang penyakit yang kurang familiar, namanya cantik, namun dalam satu bulan terakhir saya sudah bertemu dengan 3 orang yang menderita penyakit ini. Nama penyakit ini Bell’s palsy, entah ada apa dengan penyakit ini, namun saya merasa nama ini terlalu “cantik” untuk dijadikan sebuah nama gangguan tubuh, dan entah mengapa setiap mendengar nama ini pikiran saya langsung menuju ke hwan lucu dan imut-imut; KUCING... dan saya tak tahu apa salah dan dosa Kucing tersebut. Ada pengalaman seru dahulu kala ketika sedang menjalani program profesi Ners dalam stase Gawat Darurat... sore hari ditelepon kawan kampus yang meminta tolong karena ada kawannya yang terkena Stroke... dengan bahasa yang banyak dilebih-lebihkan. Tanpa berpikir panjang saya langsung menganjurkan membawa ke UGD tempat saya dinas, dan.... tak perlu berjam-jam menunggu sang kawan pun datang.... dengan berjalan kaki, ya.. berjalan kaki dan tersenyum. Inilah Stroke parah yang ia ceritakan...???? serasa saya ingin mengakhiri jam dinas saya saat itu juga... dan akhirnya pun tak seindah cinta yang lain... (halah...!!), 2 SKS mendapat ceramah dari Residen Penyakit Dalam yang jaga UGD, pertama itu bukan kasus gawat darurat (saya paham dan mengerti, hanya saya tak punya pilihan), kedua itu namanya Bell’s Palsy (Saya tak mengerti dan tak paham, dan saya tertipu) Lalu setelah bertahun-tahun kejadian tersebut, tepatnya di Bengkulu dalam kurun waktu beberapa minggu saya menemukan 3 orang dengan gejala yang sama, yup namanya Bell’s Palsy, penyakit ini pernah diderita oleh artis terkenal, saya lupa namanya tapi seingat saya dia di iklan Sampo Zinc yang cowok.... lalu apakah Bell’s Palsy itu?? Bell’s Palsy 
Penyakit ini pertama dikenalkan oleh Charles Bell, tapi saya rasa dia gak punya hubungan darah dengan Alexander Graham Bell. Penyakit ini sendiri berupa kelumpuhan Syaraf Kranial ke VII (syaraf Wajah  Facialis). Jadi terbayang dong misal syaraf-syaraf yang menggerakkan wajah lumpuh akibatnya wajah gak akan terkoordinasi dengan baik, dan organ-organ yang ada di wajah yang meliputi Mulut, Hidung maupun mata akan mendapat gangguan. Inget lo... hanya syaraf VII, jadi hanya Wajah.
Otot-otot Muka
Gejala 
Penyakit ini ditandai dengan terkulainya wajah pada bagian yang terkena (biasanya hanya satu sisi, kanan atau kiri), sehingga tidak bisa dikontrol, maupun rasa kebas atau kebal. Biasanya penderita akan merasa mulut cenderung mengarah ke salah satu sisi (Mengot), mata sulit ditutup dan biasanya pipi akan membengkak. Jika dalam kondisi yang buruk, maka dijamin bentuk muka penderita akan menjadi abstrak, karena mata tidak akan bisa ditutup, mulut pada salah satu sisi tidak dapat ditutup, sehingga air mata dan air liur akan mengalir tanpa henti. 
Gejala Bell's Palsy
Penyebab 
Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun para ahli samapi saat ini masih sepakat penyakit ini disebabkan oleh virus Herpes simplex sehingga terjadi pembengkakan pada syaraf. Secara epidemiologi, kejadian ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan, namun penelitian tersebut disimpulkan dari penelitian akibat perbedaan aktivitas antara laki-laki dan perempuan. Faktor pencetus penyakit ini, menurut beberapa ahli karena diakibatkan karena serangan suhu dingin, sehingga kasus meningkat pada pergantian musim dari panas ke dingin, kalau di negara kita dari musim kemarau ke musim hujan. Penelitian juga menyebutkan faktor risiko yang paling sering mempengaruhi adalah kebiasaan terpaparnya muka dengan angin secara langsung (hembusan angin), misalnya mengendarai motor dengan hel tanpa penutup muka atau tidak ditutup, ataupun yang kebiasaan di pantai pada malam hari. 
Pengobatan 
Sebagian besar penyakit ini bisa sembuh sendiri, namun tidak boleh diabaikan begitu saja, karena wajah anda jaminannya. Para dokter masih mengandalkan antivirus untuk pengobatan penyakit ini, dan tentunya peningkatan imunitas tubuh harus diprioritaskan. Biasanya akan dilakukan terapi-terapi dalam pengobatan penyakit ini, misal terapi listrik. Namun terapi penyakin ini bisa dilakukan dirumah dengan melakukan massage atau pemijatan lembut pada area yang terkena.
Hal yang harus dihindari dan Perawatan Dirumah 
Ketika terkena penyakit ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan dan dihindari agar segera sembuh ataupun makin memperparah penyakit ini, diantaranya: 1.Tutupi area Muka ketika berada diluar rumah, terutama mata, mulut dan hidung. 2.Pakai penutup muka jika berkendara motor 3.Hindari mandi pada malam hari 4.Hindari mencuci muka dengan air dingin 5.Konsumsi Multivitamin Perawatan dirumah yang bisa dilakukan secara mandiri: 1.Mencuci muka dengan air hangat 2.Massage/pijat daerah yang terkena sesering mungkin dengan cara menggunakan telapak tangan dan putar searah sebanyak 100 – 300x sekali massage/pijat. Dalam satu hari boleh sesering mungkin. 3.Usap muka dengan kompres hangat dengan sedikit menekan. Saya belum pernah terkena penyakit ini, dan semoga tidak. Menurut orang-orang yang sudah menderita penyakit ini, pada sisi wajah yang sakit akan merasa nyeri... demikian sodarah-sodarah, mari kita berdo’a semoga Allah menjaga Wajah Ganteng dan cantik kita... semoga bermanfaat, masukkan dari orang-orang yang tertipu dan membuka blog ini saya harapkan... but plis... jangan tanya literaturnya ya.... Akhir kata, enyahlah rasa kemalasan yang TERKUTUK...!!!
Selengkapnya...

Senin, 20 Juni 2011

10 Jenis Luka dan Perawatan awalnya


Belajar Ilmu Bedah sudah, Keperawatan Medikal Bedah lewat… tapi terkadang pas lagi praktek entah lupa apalan atau emang males ngapal (ketahuan banget kan kalo males….) segala apa yang ada sudah buyar dari inget.. apa yang sudah apal ngelotok diluar kepala bener-bener ngelotok sampe tak tersisa lagi… duh… kali ini pengen iseng nulis pengalaman-pengalaman aja, pengen nulis cara “bodoh” berbagai pernak-pernik tentang luka dan bagaimana cara menanganinya… kalo mau cari definisi secara tekstual sepertinya bisa tuh dicari dimana-mana… blog-blog tetangga juga banyak yang muat… so.. kalo masih minat lanjut bacanya monggo diteruskan…

Jenis-Jenis Luka Berdasarkan Penyebab
Rumus awal sebelum memulai semuanya, yang kudu diinget luka itu bahasa jawanya “Vulnus” (kidding… yang bener bahasa latinnya), jadi kalo denger kata “vulnus” gesit deh itu pasti luka… nah biasanya disingkat “v”, jadi kalo dirumah sakit ada diagnosa diawali “V” itu berarti Vulnus = luka, bukan pembuluh darah vena. Nah sekarang, sjenis-jenisnya apa saja?

1. Vulnus laceratum (Laserasi)
Pernah bayangin gak kalo misalnya kita tertembak pistol laser??? Apa ya kira-kira yang akan terjadi?? Nah, bayangin aja kalo kita terkena laser pasti akan luka,.yang tentunya akan merobek bagian tubuh kita… nah jadi kalo ketemu kata Vulnus Laceratum, berarti bayangin aja luka akibat laser yang akan merobek bagian tubuh kita, jadi pasti lukanya adalah luka robek. Nah Vulnus Laceratum ini adalah luka robekan yang bias diakibatkan karena terjatuh, terkena ranting pohon, terkena batu asalkan terjadi robekan itu adalah Vulnus Laceratum. Kuncinya adalah, robekan itu memiliki panjang, lebar dan dalam… jadi 3 dimensi. Biasanya Vulnus Laceratum disingkat “VL” so.. kalo ada pasien di gawat darurat tertulis VL berarti pasien tersebut mengalami luka robek.


2. Vulnus excoriasi (Luka lecet)
Nah yang ini lain lagi, luka ini adalah luka lecet, luka jenis ini biasanya sih disebabkan karena gesekan yang keras terhadap benda keras… nah yang sering sih pada pasien-pasien kecelakaan, kaki mencium aspal, muka mencium aspal jadilah Vulnus Excoriasi biasanya disingkat “VE” inget ya.. “VE”… . nah kalo VL dengan 3 dimensinya, maka untuk VE hanya 2 dimensi, Panjang dan Lebar.

3. Vulnus punctum (Luka tusuk)
Segala luka yang terkena tusukkan benda tajam disebut dengan Vulnus Punctum, bias karena pisau, tombak atau segala sesuatu yang mengakibatkan bentuk luka sempit dan dalam… nah pengukurannya menggunakan 3 dimensi, yaitu panjang, lebar dan dalam.

4. Vulnus contussum (luka kontusiopin)
Jenis luka ini adalah luka yang tidak terjadi perdarahan keluar atau tidak terjadi robekan kulit… jadi luka jenis ini adalah luka yang diakibatkan karena benturan keras, sehingga pembuluh darah dibawah kulit pecah, sehingga perdarahan hanya tertimbun saja tanpa mengalir… sehingga penampakannya bisanya berwarna merah kehitaman ataupun kebiruan.

5. Vulnus insivum (Luka sayat)
Jenis luka ini adalah luka kecil dan tipis.. biasanya luka ini adalah jenis luka yang disengaja dalam proses pengobatan

6. Vulnus schlopetorum
Ini adalah jenis luka akibat peluru atau tembakkan… jadi jenis luka ini adalah luka yang dalam.

7. Vulnus morsum (luka gigitan)
Luka jenis ini adalah luka yang disebabkan oleh gigitan gigi, bias karena manusia, anjing, Babi, monyet dan lain-lainlah.. pokoknya digigit, bukan diemut….

8. Vulnus perforatum
Luka jenis ini merupakan luka tembus atau luka jebol. Penyebab oleh karena panah, tombak atau proses infeksi yang meluas hingga melewati selaput serosa/epithel organ jaringan.

9. Vulnus amputatum
Kalo denger kata amputatum tentunya gak asing dengan amputasi…. Jadi vulnus amputatum adalah luka dalam bentuk terpotongnya salah satu bagian tubuh kita sehinnga terpisah dari badan/tubuh….

10. Vulnus combustion (luka bakar)
Luka jenis ini adalah segala jenis luka bakar yang disebabkan oleh karena thermis, radiasi, elektrik ataupun kimia Jaringan kulit rusak dengan berbagai derajat mulai dari lepuh (bula – carbonisasi/hangus).

Bersambung….
Selengkapnya...

Senin, 16 Mei 2011

Asuhan Keperawatan Leptospirosis


Sembilan bulan lebih... rasanya terlalu lama dan sangat lama saya tidak berhadapan dengan pasien, bahkan nyaris setahun saya tidak update Blog saya ini, dunia perfesbukkan membuat saya lupa bahwa saya pernah menjadi Blogers (tukang ngeblog yang gak sukses), what ever lah... daripada numpuk aja dan gak berbekas kan mending di share ke semua, mengekspresi kesukaan yang pernah dimiliki... halah!!!

Dua tahun ini negara kita agak dihebohkan dengan adanya kasus Leptospirosis, sudah menyerang hingga 22 propinsi... sebenarnya Leptospirosis buka pemain baru, ini sudah lama sekali, banyak istilah orang menyebutnya, dari penyakit banjir, hingga penyakit kencing tikus. Dan memang demikian, dahulu kala memang penyakit ini mewabah diwaktu banjir namun apa dikata sekarang ini sudah muncul di hutan pinus... so what, penyakit pun ikut mode...

Sebelum muter jauh, baiknya kita kenal dulu apa itu Leptospirosis/Leptospira
I. Definisi
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia. Bakteri Leptospira dapat bertahan hingga satu bulan lho dalam air tawar, makanya mudah sekali menyebar ketika banjir atau tertular melalui air, namun dalam air laut, selokan dan cairan yang pekat dia gak bertahan dengan lama.

II. Sumber Penularan
Menurut literatur yang ada, Hewan yang menjadi sumber penularan adalah tikus (rodent), babi, kambing, domba, kuda, anjing, kucing, serangga, burung, kelelawar, tupai dan landak. Sedangkan penularan langsung dari manusia ke manusia jarang terjadi. biasanya kita lebih curiga dengan yang namanya tikus, tikus kencing di air dan menular deh melalui air, tapi nampaknya hal tersebut perlu dikaji lagi mengingat menumpuknya kasus di akhir-akhir ini...

III. Cara Penularan
Manusia terinfeksi leptospira melalui kontak dengan air, tanah atau tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan yang menderita leptospirosis. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau atau makanan yang terkontaminasi oleh urine hewan terinfeksi leptospira. Masa inkubasi selama 4 - 19 hari.

IV. Gejala Klinis

Stadium Pertama
1. Demam menggigil
2. Sakit kepala
3. Malaise
4. Muntah
5. Konjungtivitis
6. Rasa nyeri otot betis dan punggung
7. Gejala-gejala diatas akan tampak antara 4-9 hari

Gejala yang Kharakteristik
1. Konjungtivitis tanpa disertai eksudat serous/porulen (kemerahan pada mata)
2. Rasa nyeri pada otot-otot Stadium Kedua
3. Terbentuk anti bodi di dalam tubuh penderita
4. Gejala yang timbul lebih bervariasi dibandingkan dengan stadium pertama
5. Apabila demam dengan gejala-gejala lain timbul kemungkinan akan terjadi meningitis.
6. Stadium ini terjadi biasanya antara minggu kedua dan keempat.

Komplikasi Leptospirosis
Pada hati : kekuningan yang terjadi pada hari ke 4 dan ke 6
Pada ginjal : gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian.
Pada jantung : berdebar tidak teratur, jantung membengkak dan gagal jantung yang dapat mengikabatkan kematian mendadak.
Pada paru-paru : batuk darah, nyeri dada, sesak nafas.
Perdarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah dari saluran pernafasan, saluran pencernaan, ginjal, saluran genitalia, dan mata (konjungtiva).
Pada kehamilan : keguguran, prematur, bayi lahir cacat dan lahir mati.

V. Pengkajian
Dalam hal ini, yang perlu dilakukan perawat adalah mengkaji TTV, riwayat penyakit lampau, tanyakan keluhan klien. Gejala klinis leptospirosis mirip dengan penyakit infeksi lainnya seperti influensa, meningitis, hepatitis, demam dengue, demam berdarah dengue dan demam virus lainnya, sehingga seringkali tidak terdiagnosis. Keluhan-keluhan khas yang dapat ditemukan, yaitu: demam mendadak, keadaan umum lemah tidak berdaya, mual, muntah, nafsu makan menurun dan merasa mata makin lama bertambah kuning dan sakit otot hebat terutama daerah betis dan paha.hal tersebut perlu dicermati oleh perawat.. dan tentunya harus hati-hati dalam menegakkan diagnosa, mengingat hampir ada kemiripan gejala klinis yang terjadi. wajib dianamnesa tentang riwayat bepergian, riwayat luka, riwayat terkena banjir, riwayat pekerjaan (petani lebih beresiko). satu hal yang harus diingat gunakan HANDSCOON sewaktu anamnesa...

VI. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa yang mungkin muncul:
Hipertermi
Kurang Cairan
Gangguan Pertukaran Gas
Nyeri


VII. Perencanaan dan Tindakan
Pantau TTV
Pantau kebutuhan cairan dan elektrolit (gangguan Ginjal dan Jantung)
Berkolaborasi dalam pemberian antibiotik
Kompres Bila perlu
dan perencanaan lain sesuai gejala yang muncul...

kurang lebihnya seperti itu, jika ada usulan yang perlu ditambahkan monggo saja... saya baru bertemu dengan pasiennya tapi belum pernah merawatnya, jadi ya masih sebatas pengetahuan tekstual... biasanya kalo sudah pengalaman lebih mengena...

Tambahan:
Penkes yang perlu diberikan kepada warga sekitar meliputi:
Membiasakan diri dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.
Mencucui tangan dengan sabun sebelum makan.
Mencucui tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah/ kebun/sampah/tanah/selokan dan tempat-tempat yang tercemar lainnya.
Melindungi pekerja yang berisiko tinggi terhadap leptospirosis (petugas kebersihan, petani, petugas pemotong hewan, dan lain-lain) dengan menggunakan sepatu bot dan sarung tangan.
Menjaga kebersihan lingkungan
Membersihkan tempat-tempat air dan kolam renang.
Menghindari adanya tikus di dalam rumah/gedung.
Menghindari pencemaran oleh tikus.
Melakukan desinfeksi terhadap tempat-tempat tertentu yang tercemar oleh tikus
Meningkatkan penangkapan tikus.
Selengkapnya...

Kamis, 20 Agustus 2009

Asuhan Keperawatan Sistem Pencernaan

Berbagai macam asuhan keperawatan sistem pencernaan dapat di download disini (klik judul untuk mendownload) Selengkapnya...